Rhara blog's
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2008

Bila Al Qur'an bisa bicara

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu

Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa

Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian

Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.


Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..


Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia

Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…


Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku


Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu


Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah


Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.


Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.


Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.


Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu


Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.


Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu


Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.


Minggu, 14 Desember 2008

Menjaga Hati

Aku takkan menangisi cinta yang t’lah berlalu
pun takkan kuratapi kesepian hati yang tak bertepi
Sendiri bukanlah sebuah akhir,
sebagaimana mencintamu hanyalah awal

Takkan juga kumenyalahkan rasa jika esok masih ada
Takkan pula kubertanya pada sang Kuasa
tentang makna dibalik perjumpaan dan perpisahan
Tujuan hidupku bukan hanya untuk cinta



Cinta Sejati


Cinta sejati takkan pernah sanggup tuk diungkapkan
Meski lewat lagu… atau lewat puisi
Cinta sejati tak mudah untuk dilukiskan
Melalui sebentuk langit biru… atau segarnya udara pagi

Cinta sejati takkan pernah bisa beranjak pergi
Meski masanya sirna… dan ceritanya tak lagi putih
Cinta sejati tak mudah untuk digoyah
Walau godaan menderu… dan kenikmatan dunia mengimaji

Hingga esok tak lagi ada
Sejak terasa waktu pertama
Hingga dunia menjadi abadi
Tak berubah semua di hati


Sabtu, 13 Desember 2008

Doa Untuk Cinta


Di kala aku sendiri, aku slalu ingat dirimu. menagis sesenggukan karna tak bisa raih cita untuk bersamamu.
hadirmu laksana embun yang sejukkan hatiku
tawamu damaikan hatiku yang lara
senyummu luluhkan hatiku yang membara
kau datang tanpa pemisi, membuat aku tak sanggup untuk melupakan hadirmu

aku sangat mencintaimu, merindukanmu, mendambamu
walau kutahu itu tak mungkin bagiku untuk meraihmu
satu doa yang selalu iringi langkahmu
agar engkau selamat kelak.

sayang…..tahukah engkau malam ini, batinku menangis memanggil namamu
adakah aku di hatimu????
seperti engkau yang SLALU ADA DALAM HATIKU.

TUHAN DEKATKAN HATI KAMI SELALU. AMIN




Syair cinta untuk kekasih



Sayangku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim

kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku

ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku

sayangku,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa




BaWaq PeRg1



bertengger aku di ranting malam

buat menantang embun
menantang bulan
lalu, dimanakah
harus kuselipkan sosok indahmu
yang riang berkelebat di balik langit hitamnya?
membias dalam hujan malam
menyapu daun
menyapu ranting
dimana lagi kutitip bayang mesramu
yang bermain liar bersama embun di tanah lembabnya
dan menguap bersama mimpi pagi
sayang,
bawakan aku seberkas matahari
yang setia datang di muara pagi


Wanita dan Kecantikan



Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah.

Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya,
yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan.
Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu


KADO BUAT TERSAYANG



KUINGIN KITA BERDUA, MENIKMATI KETERPISAHAN YANG MENYATUKAN CINTA. PELUKLAH MALAM INI HINGGA PAGI, SEOLAH KAU MEMELUKKU SELAMA ITU. KARENA SEPERTI ITULAH AKU MENGINGATMU MALAM INI. KUINGIN KITA BERDUA MENIKMATI GEMURUH RINDU YANG MEMBUKA SEKAT RUANG DUA HATI. TERSENYUMLAH DI ANTARANYA, KARENA AKU AKAN SELALU TERSENYUM DALAM RUANG HATIMU.

YUNI, SELAMAT ULANG TAHUN, SAYANG.
INILAH KADO TERINDAH DARI JIWAKU: SEBUNGKUS CINTA YANG BELUM TERBUKA. BUKALAH BERSAMA LILIN-LILIN KESUNYIANMU. SEBAB, API REDUPNYA AKAN MENYANYI UNTUKMU. SEBUAH LAGU YANG TAK PERNAH DIDENGAR OLEH SIAPAPUN YANG KUCINTA SELAIN KAMU.
PEJAMLAH SAYANG……..AKU AKAN MENIUPNYA PELAN AGAR ASAPNYA MENGABARKAN CINTA ABADI. KATUPKAN BIBIR INDAHMU…AKAN KUALIRKAN CINTA MESRA DARI BIBIRKU. SELEMBAR CINTA HANGAT DARI SEPOTONG HATI YANG JAUH.
SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG…KINI AKU DATANG DALAM NAFAS SEBUAH PUISI. INILAH PERSEMBAHAN AGUNGKU: SEBUAH MAHKOTA KASIH SAYANG YANG KUPETIK DARI TAMAN SORGA YANG DITITIPKAN TUHAN DARI LEMBAR-LEMBAR DOAKU. MAHKOTAILAH HATI LEMBUTMU DENGANNYA AGAR ENGKAU JADI RATU DALAM KERAJAAN CINTAKU YANG ABADI



Template by : auraipank.blogspot.com