Rhara blog's
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

Doa GRATIIIIIIIIISSSSS.. TIISS...TIISS


Ada yang mau tau doa supaya bisa pulang kampung gratis ?
Dan bisa bagi-bagi duit di kampung? (Baca: bagi-bagi sedekah).
Yang mau, ngacung :)

#gratis 1. Nih doanya: \"Yaa Allah, pengeeeennn dah pulang kampung gratis, & bisa bawa duit buat bagi-bagi sedekah... Kabulin ya, ya Allah...\".

 #gratis 2. ... Kalo bisa, bisa dapet mobil pinjeman gratis nih... Lebih keren lagi, kalo bisa punya sendiri mobilnya. Engkau Maha Kaya ya Allah...

#gratis 3. ... InsyaAllah dah, saya bakal rajinin shalat berjamaah, ga ketinggalan takbir I imam + sunnah-sunnahnya... (Sambil dibuktiin/dijalanin).

#gratis 4. ... InsyaAllah kalo udah Engkau kasih, saya ga bakal lupa dah.InsyaAllah. Ga bakal ninggalin & tetep nge rajinin...

#gratis 5. ... Tapi saya ga bakal marah & kecewa, kalo Engkau ga kabulin. Ga lebaran sekarang, pasti lebaran tahun depan. Iya kan? yayaya?...

#gratis 6. ... Sambil saya minta bisa pulkam gratis & bawa duit, saya juga minta belas kasih-Mu ya Allah, atas semua dosa-dosa saya, orang-orang tua, istri/suami...

#gratis 7. ... Kiranya sebab banyak dosa kami, rizki banyak yang Engkau kurangi... Segala puji bagi Engkau ya Allah, yang tiada menghalangi... Subhanallah...

#gratis 8. (Doa-doa ini, tambahin sendiri dengan doa masing-masing. Silahkan... Kontennya bisa ditambahin macem-macem... Boleh koq. Sama Allah mah, bebas...

#gratis 9. Sama manusia yang banyak aturannya... Sama Allah mah, dateng aja, dengan hati yang bersih, syukur-syukur bisa dalam keadaan wudhu, + shalat... Cakep...

#gratis 10. Doa ini dibaca sekurang-kurangnya 7x... Sehari... 5x habis shalat fardhu, 2x habis dhuha & tarawih... Tembus daaaahhh... InsyaAllah...

#gratis 11. Yang yakin doanya... Makin cepet naiknya, kalo sambil digeber khataman Qur\'annya (+terjemahan+diasyikin bacanya).

#gratis 12. Tambah top lagi, kalo lansung diopening dan diclosingin sedekahnya. Diawali & diakhiri dengan sedekah. Hajar aja dengan sedekah maksimal.

#gratis 13. Untuk yang ga butuh pulkam, konten doa silahkan diganti dengan yang lain. IziDoa, DoaSimpel. Silahkan diganti sesuai kebutuhan & keadaan.

#gratis 14. Jangan lupa prinsip urut-urutan doa. Sebelum konten, awali dengan shalawat+istighfar+hamdalah. Tutup lagi dengan: shalawat+istighfar+hamdalah.

#gratis 15. Jika ada yang ga seneng, sampaikan, emangnya minta sama situ? Kan mintanya sama Allah. Allah demen kita banyak minta.

#gratis 16. Tentu Allah tambah demen kalo kita banyak juga ibadah & amal salehnya, +ikhtiarnya disempurnakan. Bertambah-tambah demennya ke kita.

#gratis 17. Selamat mencoba ya... Biasanya sih, hitungan belasan hari, udah ada tanda-tandanya... Itu kalo dosanya ga kebanyakan, he he...

#gratis 18. Kalo dosanya kebanyakan, ya harap maklum aja. Dikonvert ke dosa dulu, he hehe. Tapi ini alhamdulillaah...

#gratis 19. Diampunin itu lebih hebat daripada dipulangin ke kampung, he he. Dipanjangin umur juga, disehatin...

#gratis 20.Selamat mencoba ya...


Semoga para pembaca senang membacanya........
Salam

-Ravita-

Kamis, 23 Juni 2011

Bahasa Cinta

bahasa yang kadang sulit untuk dipelajari

bahasa yang terkadang tak mudah untuk dimengerti

bahasa yang paling tua di dunia ini

dialah Bahasa Cinta

Mempelajarinya terkadang tak perlu berguru

tak usah juga belajar babibu..cukup dengan mau

karena ujian kan selalu menghampirimu

hingga akhirnya kau tak akan lagi meragu

Mengerti bahasa cinta alangkah indahnya

memahaminya sungguh buat bahagia

bahasa cinta... bahasa semua dunia

menguraikan dan menjelaskan semua

semua dalam bahasan Bahasa Cinta

kutipan By. RT Andar M

Minggu, 14 Desember 2008

Cermin Tak Menipu, tapi Menyesatkan

Benda yang satu ini pasti ada di setiap rumah tangga, minimal satu buah. Apalagi di markas tentara, benda bernama cermin ini wajib ada agar para serdadu bisa memeriksa apakah seragam dan rambut mereka sudah rapi.

Meski becermin sudah menjadi kegiatan sehari-hari manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi, ternyata manusia masih kesulitan memahami bagaimana cermin bekerja. Begitulah temuan psikolog dari University of Liverpool, Inggris, Marco Bertamini, yang meneliti apa yang diyakini orang tentang cermin dan citra yang direfleksikannya. Ternyata, hampir semua orang, termasuk mahasiswa fisika dan matematika, tak memahami sifat cermin.

Bertamini dan timnya melakukan serangkaian eksperimen dengan menempelkan cermin tertutup pada dinding dan meminta beberapa sukarelawan berjalan di sisi dinding becermin itu. Kemudian dia meminta para sukarelawan memperkirakan pada titik mana pantulan bayangan mereka bisa terlihat.

Semua orang menjawab mereka yakin bisa melihat bayangannya sebelum berdiri sejajar dengan bagian ujung cermin. “Orang cenderung tidak paham bahwa lokasi pengamat amat menentukan apa yang terlihat dalam sebuah cermin,” ujarnya. “Contoh dari kejadian ini adalah apa yang kami sebut Efek Venus, yang berkaitan dengan banyak lukisan terkenal tentang Dewi Venus, yang memandang sebuah cermin kecil.”

Para sukarelawan juga diminta memperkirakan ukuran citra kepala mereka yang terpantul di permukaan cermin. Pertanyaan berikutnya adalah apa yang akan terjadi pada ukuran kepala dalam cermin jika mereka mundur beberapa langkah menjauhi cermin.

Semua peserta memberikan jawaban yang sama. Mereka menyatakan ukuran kepala mereka di cermin sama besar dengan aslinya. Sedangkan untuk pertanyaan kedua, mereka yakin semakin jauh mereka mundur, ukuran wajah yang dipantulkan cermin juga mengecil.

Kedua jawaban itu ternyata salah semua. Gambarlah garis melingkari wajah Anda di cermin, Anda akan menemukan ukuran bayangan itu tepat separuh dari ukuran wajah yang sebenarnya. Meskipun seseorang mundur sejauh mungkin dari cermin, ukuran outline wajahnya di cermin tidak akan berubah, tetap separuh dari ukuran aslinya. “Mereka menjawab berdasarkan citra yang mereka lihat di dalam cermin, bukan citra di permukaannya,” kata Bertamini, yang memulai penelitiannya sejak 2003. “Mereka tidak menyadari bahwa citra di permukaan cermin separuh dari aslinya karena cermin itu selalu berada di tengah-tengah antara pengamat dan bayangan yang tampak di dalam cermin.”

Meski begitu, aturan separuh ukuran sebenarnya ini tidak berlaku untuk bayangan orang lain. Bila Anda duduk di depan cermin dan seorang teman mendekat atau menjauh, ukuran bayangannya di cermin akan bertambah besar atau mengecil.

Bertamini mengatakan cermin membuat orang melihat obyek virtual yang ada dalam dunia maya. “Cermin adalah jendela menuju dunia itu,” ujarnya.

“Pada satu sisi kita percaya apa yang kita lihat, tapi di sisi lain inilah dunia yang kita tahu tak ada fisiknya. Inilah satu alasan mengapa sepanjang sejarah manusia kita selalu terpesona pada cermin.”

Kesederhanaan dan kompleksitas cermin yang simultan ini memang telah lama dimanfaatkan oleh sejumlah peneliti untuk mengeksplorasi persepsi dan kognisi manusia, juga bagaimana otak menginterpretasi dan bertindak terhadap gelombang informasi sensorik dari dunia luar. Mereka menggunakan cermin untuk mempelajari bagaimana otak menentukan mana citranya sendiri dan obyek lainnya, bagaimana dia memperhitungkan jarak dan pergerakan benda.

Lewat cermin itu pula para ilmuwan bisa mengetahui bagaimana otak merekonstruksi informasi dua dimensi yang dikirimkan sel reseptor retina menjadi gambar berkualitas tiga dimensi sebagaimana aslinya. “Cermin adalah sistem realitas virtual terbaik yang bisa kita buat,” kata Bertamini.

Peneliti lain menemukan bahwa lapisan dari kaca yang ditemukan pada 5.000 sebelum Masehi itu tanpa disadari juga bisa mempengaruhi perilaku manusia, terkadang efeknya sangat positif. Seseorang yang diuji dalam ruangan becermin besar terbukti bekerja lebih keras, mau menolong, dan tidak tergoda untuk menyontek bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mengerjakan tes serupa di ruangan minus cermin.

Dalam studi itu, yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, C. Neil Macrae, Galen V. Bodenhausen, dan Alan B. Milne menemukan bahwa orang dalam ruangan dengan cermin secara komparatif juga akan menilai orang lainnya berdasarkan stereotip sosial, seperti jenis kelamin, ras, atau kepercayaan. “Ketika orang bisa melihat dirinya sendiri, mereka cenderung berhenti dan berpikir apa yang sedang mereka lakukan,” kata Bodenhausen.

Template by : auraipank.blogspot.com